Enterpreneurship

“Pemasukan vs Pengeluaran, sebuah kerja keras”*

Kebanyakan orang (termasuk saya) merasakan bahwa Kondisi keuangan terasa semakin sulit, hal ini diakibatkan oleh banyaknya pengeluaran yang harus dibayar, baik angsuran kredit maupun pengeluaran rutin lainnya. Sementara pendapatan usaha dan sumber pemasukan yang ada tidak lagi dapat membiayai beban pengeluaran yang semakin besar.

dari bulan ke bulan selalu dihadapkan oleh persoalan yang sama yaitu bagaimana mau membayar seluruh tagihan dan pengeluaran sementara uang yang tersedia hanya sedikit. tentunya terasa jenuh menghadapi ini semua terus terjadi.

Dalam mengatasi persoalan tersebut dibutuhkan tindakan dan gebrakan yang harus dilakukan agar keluar dari persoalan tersebut sebelum semua menjadi bertambah buruk.

sebuah inovasi, keberanian, tenaga dan pemikiran yang ekstra merupakan sebuah hal yang tidak dapat dielakkan dan merupakan sebuah keharusan. Walaupun masih bingung apa yang akan dilakukan, namun kata pastinya adalah segera bertindak dan berbuat.

Kata Kuncinya adalah “minimalisir pengeluaran dan optimalisasi pendapatan”

Beberapa alternatif yang mungkin dapat dilakukan adalah :

1. Optimalisasi pendapatan dan operasional usaha yang telah ada;

Bagi yang telah memiliki usaha maupun sumber pendapatan, segera optimalkan dengan melakukan berbagai perbaikan dalam mengelola usaha dan mengerahkan seluruh sumberdaya yang ada semaksimal mungkin. setiap yang dilakukan pasti akan memberikan hasil, sedikit atau banyak tergantung seberapa besar ikhtiar yang dilakukan.

2. Temukan dan ciptakan sumber-sumber pendapatan baru;

Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mencari sumber pendapatan baru, caranya adalah dengan melihat potensi yang dimiliki. saat ini sumber pendapatan tidak semata-mata hanya dengan membuka usaha pada sektor riil tetapi sektor-sektor nonriilpun dapat dijadikan alternatif sumber pendapatan yang cukup menjanjikan, usaha offline maupun online dapat dilakukan, tergantung kemampuan dan minat yang dimiliki. Apapun jenisnya tidak menjadi persoalan, yang terpenting adalah tersedia faktor-faktor pendukung.

3. Perketat manajemen keuangan baik keuangan usaha maupun keuangan rumah tangga.

Sebagai seorang kepala keluarga, seseorang dituntut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan  semaksimal mungkin, mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran yang dimilikinya untuk  untuk memperoleh rezeki yang halal guna menghidupi seluruh anggota keluarga dan membantu orang lain yang membutuhkan. Namun dalam mengatur keuangan dibutuhkan disiplin yang tinggi. kesalahan yang sering terjadi dan sulit untuk dilakukan adalah mengatur keuangan. Dalam menentukan rencana pengeluaran, skala prioritas merupakan hal wajib yang harus dibuat untuk membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan dan sehingga terhindar dari pengeluaran yang tidak penting.

Hidup ini adalah perjuangan yang tidak  ada habisnya, selalu bekerja dan berfikir secara maksimal merupakan suatu keharusan yang tidak dapat dipungkiri.

SELAMAT BERJUANG SOBAT…

Pematang Reba, 02 November 2014. 22.30 Wib

(*sebuah renungan dan penyemangat diri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s