Artikel Bebas

Calon Bupati Ideal bagi Indragiri Hulu?

pilkada

Tidak Beberapa lama lagi Kabupaten Indragiri Hulu akan menggelar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hulu Periode 2016 – 2021, yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2015.
Dengan digelarnya helat ini banyak harapan masyarakat akan terjadi percepatan pembangunan di kabupaten Indragiri Hulu.
Telah muncul beberapa calon yang mendaftar untuk ambil bagian dalam kompetisi memperebutkan hati masyarakat ini. H. Yopi Arianto, SE berpasangan dengan H. Khairizal, SE, M.Si sebagai Bupati petahana telah melakukan pendaftaran di hari ke dua masa pendaftaran dan kembali akan bertarung memperebutkan hati masyarakat Indragiri Hulu. Selanjutnya Drs. H. T. Mukhtaruddin berpasangan dengan Hj. Aminah Susilo,SE yang menjadi pesaing bupati petahana telah pula mendaftar ke KPU kabupaten Indragiri Hulu.

Kriteria yang mesti dimiliki seorang Bupati dilontarkan berbagai kalangan. Namun harapan dan syarat yang muncul tidak disertai dengan cara bagaimana mengukur harapan dan syarat tersebut. Hanya saja harapan utamanya, dalam pemilihan Bupati nanti masyarakat tidak salah pilih dalam menentukan Bupati Pilihannya.
Beberapa kriteria umum yang menjadi harapan masyarakat terhadap Bupati terpilih diantaranya:
Jujur. Bagaimana menilai kejujuran sesorang calon bupati? tidak ada metode yang bisa mengukur kejujuran seseorang. Situasi bisa mempengaruhi kejujuran sesorang. Jujur dalam lingkungan tertentu belum tentu tetap jujur jika menjadi Bupati.

Kejujuran berkaitan dengan kepentingan. Cobalah anda mengeluh tidak punya uang kepada orang kaya, apakah akan selalu dijawab uangnya selalu berlebih? Bisa saja iya menjawab tidak punya uang, atau dengan kata lain tidak ada jawaban yang pasti. Dengan demikian kejujuran juga tidak pasti selalu melekat pada seseorang.

Merakyat. Apa yang dimaksud dengan merakyat? Apakah foto dengan rakyat kecil bisa menggambarkan sikap merakyat? Belum tentu, apalagi kalau sikap merakyat hanya dilakukan menjelang Pilkada. Foto foto yang menggambarkan bersama rakyat dibuat hanya menjelang Pilkada.

Atau ada juga secara tiba tiba muncul organisasi yang menjadi lebih giat menjelang Pilkada dengan misi tertentu, bandingkan dengan kegiatan sebelumnya; apakah ada perbedaan.

Merakyat tidak berati membuai dengan bantuan. Bantuan harus dibuat untuk melepaskan diri dari pengharapan adanya bantuan secara terus menerus. Merakyat berarti lebih merasakan problem rakyat, bersama rakyat mencari cara melepaskan dari masalah; bukan dengan pemberian pemberian yang meninabobokan. Tentunya ada pengecualian untuk beberapa anggota masyarakat yang benar benar memerlukan pertolongan. Meskipuan demikian, pertolongan harus bersifat pendampingan; mengkoordinasi beberapa lembaga pemerintahan untuk menyelesaikan bersama. Bagaimanapun juga pertolongan sebagai tanggungjawab bersama.

Putra Daerah. Apakah putra daerah sudah pasti lebih bisa membangun sebuah kabupaten? Tidak ada penelitian atau data yang dapat dipakai untuk menilainya. Hal ini hanya akal-akalan untuk mengurangi pesaing. Bukankah justru dapat diketahui, ketika wacana ini dilontarkan salah satu pihak, maka pihak tersebut justru tidak mempunyai kemampuan untuk bersaing. Suatu ketidakpercayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki.

Uang. Apakah mereka yang memiliki uang yang bisa mencalonkan menjadi bupati? Secara normatif, tidak. Proses pencalonan saja sudah memerlukan dana, bagaimana dengan sosialisasi calon bisa dilakukan, jika tidak mempunyai dana. Apakah dana itu bukan sebuah modal yang akan diperhitungkan sesudah Pilkada usai ?. Bukankah kekalahan berarti hilangnya sejumlah dana. Apakah sudah siap kehilangan dana? jangan jangan menjadi stress setelah kalah Pilkada.

Banyak yang bisa dilakukan untuk membangun kabupaten, jika ada yang tidak siap kehilangan dana untuk ikut pilkada dan tidak terpilih. Membangun tidak harus menjadi Bupati. Kehilangan dana sudah pasti, tetapi manfaat bagi masyarakat jelas ada. Siapkah Anda yang mencalonkan menjadi bupati dan kalah sebagai hasilnya. Jika tidak, banyak yang bisa Anda lakukan untuk membangun kabupaten.

Masih banyak persoalan tentang bagaimana menentukan calon bupati yang ideal. Ideal selalu tidak terpenuhi, tetapi kita bisa berharap dari beberapa calon masih ada yang terbaik.
Yang terpenting saat ini adalah marilah kita gunakan hak pilih yang kita miliki sebaik-baiknya, jangan sampai salah dalam menentukan pilihan..kenali calonnya dan lihat program-programnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s