Enterpreneurship

“Berwirausaha, sebuah perjalanan hidupku”

“Berwirausaha, sebuah perjalanan hidupku”
Oleh : Inhul Hadi, SE, M.Si

Kali ini aku ingin berbagi pengalaman tentang beberapa usaha yang sudah dan sedang aku jalani sampai saat ini, bukan maksud hati untuk pamer, tapi paling tidak sebagai perbandingan dan berbagi pengalaman, karena mungkin saja dari sekian banyak pembaca ada yang berpikir untuk mencari peluang usaha baru baik sebagai usaha sampingan maupun sebagai usaha utama dalam menopang kehidupan.
Di awal cerita ini aku ingin sampaikan bahwa apa yang aku ceritakan bukan kesimpulan umum dari suatu jenis usaha, namun hanyalah sebagai sebuah pengalaman pribadi yang mungkin ada pembelajaran yang dapat dipetik. Usaha-usaha tersebut aku jalani di samping profesiku sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu Riau dan Istriku sebagai Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Agama.
1. Berkebun Karet
Sebagai alternatif investasi jangka panjang, berkebun merupakan sebuah pilihan yang aku ambil kala itu. Sebenarnya, hal ini aku lakukan karena kebetulan ada saudara yang menawarkan kebun karetnya padaku seluas 1 Hektar dengan harga yang murah, tepatnya pada tahun 2007, aku membeli kebun tersebut dengan harga Rp. 12jt dari hasil meminjam uang di bank Riau dengan jaminan SK PNS.
Berhubung karetnya tidak lagi produktif, maka karet yang mayoritas yang sudah tua ditumbang dan ditanam dengan bibit baru, biaya yang dikeluarkan meliputi biaya bibit, tebas, tebang, tanam dan pagar. Setelah selesai proses penanaman, ternyata resiko hama bukanlah perkara yang mudah untuk ditangani khususnya hama babi dan monyet, hanya setengah dari jumlah bibit yang aku tanam dapat tumbuh dengan baik. Kala itu, aku tidak putus asa, aku tetap melakukan penyisipan terhadap bibit-bibit yang terkena hama tersebut, beli bibit baru kemudian tanam, tentunya dengan menggunakan tenaga upahan. Penyisipan bibit aku lakukan beberapa kali, dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Namun tetap saja hama tidak dapat diatasi, akhirnya aku bosan juga.
Seiring berjalannya waktu, akupun membiarkan kebun itu, sehingga kebun tidak terurus dan semak semakin banyak. Walau demikian tetap ada bibit yang dapat tumbuh dengan baik, kalau dihitung-hitung ada sekitar 150-200 batang yang hidup.
Pada usianya siap untuk dideres (ditakik) sekitar tahun 2013 hanya beberapa batang saja yang bisa dideres, namun harga karetpun mengalami penurunan yang cukup signifikan. Akhirnya aku dan istriku pertimbangkan agar kebun karet tersebut dijual saja, maka akhirnya pada bulan Maret 2015, aku putuskan untuk menjual kebun tersebut dengan harga Rp. 70jt. Paling tidak apa yang telah aku investasikan pada kebun ini dapat aku nikmati dari harga jual tanah dan kebun tersebut.

2. Depot Air Minum Isi Ulang
Usaha ini aku mulai pada tahun 2008 tepatnya di desa pekan heran, karena di desa ini belum ada berdiri depot air minum dan dengan pertimbangan di desa ini juga dapat menjangkau beberapa desa terdekat. aku dirikan depot ini dengan modal meminjam uang di bank riau dengan jaminan SK PNS, walaupun belum punya rumah aku berprinsip lebih baik buka usaha dan dari hasil usaha bisa punya rumah, daripada buat rumah namun belum tentu bisa buka usaha.
Dari hasil pengumpulan informasi tentang seluk beluk usaha depot air minum, yang utamanya dari si mbah google, aku order peralatan depot air minum dari Jakarta seharga Rp. 18jt, ditambah lagi perlengkapan tambahan berupa tanki dan pipa lainnya. Instalasi depot air minum aku rakit sendiri. Lokasi usaha aku sewa tanah milik keluarga selama satu tahun dengan harga kalau tidak salah sebesar Rp. 500.000,-/tahun. Setelah selesai segala persiapannya aku mulai menjalankan usaha ini dengan semangat juang yang tinggi, karena usaha ini adalah usaha riil pertamaku. Depot Ini aku namakan Depot Air Minum HYGIEN.
Strategi pemasaran yang aku lakukan adalah dengan menawarkan air minum galonan kepada keluarga terdekat dan memberlakukan kupon gratis untuk pembelian 5 kali gratis 1 galon. selanjutnya dengan cara titip di warung /kedai (system konsinyasi), armada yang aku miliki saat pertama kali adalah motor bekas milik orangtua yang tidak dipakai lagi yang dimodifikasi menjadi motor becak.
Seriring berjalannya waktu, Usahaku mengalami perkembangan yang cukup signifikan sehingga aku beranikan diri untuk kredit mobil baru jenis pick up Grand Max sehingga mampu melayani lebih banyak pelanggan dan penjualan dapat ditingkatkan.
Aku bersyukur berkat usaha depot air minum ini aku dapat membangun dua pintu ruko yang terletak di Jl. Raya P. Reba – P. Heran Km. 3, walaupun dengan menggunakan fasilitas KPR di Bank Panin (masih berat dalam mengangsurnya nich…hehe..).
Di ruko tersebut, aku dirikan lagi depot air minum, namun dengan pertimbangan tertentu depot air minum di lokasi yang pertama aku jual kepada keluarga pemilik tanah yang aku sewa tersebut, sekaligus untuk membantu mereka agar punya usaha, dan tentunya aku tidak khawatir akan tersaingi., rezeki sudah ada yang ngatur.
Di lokasi / ruko yang baru depot air minumku berjalan cukup baik, dan aku menambah satu armada lagi Mobil Grand Max Pickup dan sebuah Motor Gerobak Viar. Sehingga ada 2 unit mobil pick up dan satu unit motor gerobak viar.
Untuk terus mengembangkan usaha ini aku tidak segan-segan untuk turun tangan langsung mengantar pesanan ke pelanggan dan guna mencari pelanggan baru, karena aku berpikir kalau tidak kita sendiri yang turun tangan maka usaha ini tidak akan berhasil. Jumlah tenaga kerja yang aku miliki untuk usaha ini pernah sampai 7 orang, namun saat ini untuk efisiensi, aku hanya menggunakan 3 orang tenaga kerja saja.
Saat ini usaha depot air minum ini semakin banyak bermunculan, yang tentu saja berimbas pada tingkat penjualanku, namun perubahan tidak terlalu signifikan. Dari jumlah penjualan masih bisa membiayai operasi usaha dan membiayai angsuran kredit KPR di Bank Panin..(kadang nombok juga nich..).
Sampai dengan saat ini usaha depot air minum ini masih menjadi usaha yang aku jalankan, dan berharap usaha ini akan tetap hidup dan menghidupi keluargaku.

3. Counter Pulsa
Usaha ini menjadi usaha yang cukup menjanjikan saat kita bisa mengelola pencatatan keuangan secara baik, karena usaha ini tergolong kecil keuntungan penjualan persatuannya. Alternatif deposit yang pernah aku lakukan adalah melalui metode deposit di agen dan melalui M-Kios. Syarat utama dalam usaha ini addalah Pencatatan penjualan harus dibuat secara rapi dan tertata dengan baik. Salah satu kendala yang aku hadapi adalah tidak disiplinnya dalam pencatatan ini. Ditambah lagi bon pelanggan yang cukup banyak yang kadangkala tidak dapat tertagih. Usaha ini tidak bertahan lama aku lakukan, karena deposit habis uangnya nggak muncul..hehe.

4. Pangkas Rambut
Usaha ini aku lakukan bekerjasama dengan saudaraku yang memiliki keterampilan memangkas rambut, didirikan di desa pekan heran tahun 2009. Perlengkapan yang dibutuhkan pada usaha ini ya tentu saja peralatan pangkas yang menghabiskan dana sekitar Rp.2jt, terdiri dari kursi pangkas, cermin, gunting dan mesin pangkasnya. Usaha ini kami jalankan dengan perjanjian bagi hasil.
Pendapatan dari usaha ini tidak seperti yang diharapkan karena pelanggan yang datang tidak terlalu banyak. Sehingga aku putuskan usaha ini aku serahkan sepenuhnya kepada saudaraku tersebut, hitung-hitung membantu keluarga sendiri.

5. Pertamini
Usaha ini aku buka bersamaan dengan mini market, peralatan pertamini aku beli di pekanbaru seharga Rp.2jt dan kios pertamini menghabiskan biaya sekitar Rp. 3jt, karena dibuat agak permanen. Lokasi cukup strategis di tepi jalan raya dan pembelinyapun cukup banyak dan keuntungan cukup menggiurkan, keuntungan per liternya sekitar Rp. 1000 – Rp. 1500. Hanya saja kendala yang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan stock bensin di SPBU. untuk membeli bensin di SPBU rasanya seperti pergi mencuri saja, kadang-kadang harus tengah malam beli minyak, sampai-sampai pernah sedot tanki mobil lho. Karena pertimbangan tersebut usaha ini tidak bertahan lama, hanya berkisar satu tahun saja aku jalani.

6. Mini Market
Usaha ini aku buka pada tahun 2010, di ruko milikku. Rak-rak aku buat sendiri dengan biaya hampir Rp. 4jt, dengan modal pertama untuk barang dagangan hanya sekitar Rp. 25jt. Beberapa bulan berjalan aku dapat menambah barang dengan system bayar kemudian di agen/grosir yang ada. Perlengkapan pendukungnya aku lengkapi dengan seperangkat alat scanner barcode dan pc sebagai komputerisasi penjualan. Buku-buku yang diperlukan adalah buku pembelian / pesanan dan buku bon.
Nah, untuk jenis usaha ini yang menjadi kendala aku adalah control stock barang dan penjualan, rupanya usaha ini mutlak ditangani langsung oleh pemiliknya karena usaha ini sangat membutuhkan pengawasan yang ketat, baik pengawasan stock barang maupun penjualan. Hal ini tidak dapat aku lakukan secara baik karena factor keterbatasan jam kerjaku dan istri sebagai PNS. Usaha ini tidak berjalan lama hanya sekitar setahun aku jalani.

7. Loket Pembayaran PLN/Telkom
Usaha ini pun berdiri sekaligus dengan mini market berjalan, sebagai produk tambahan toko. Modal yang dibutuhkan pada Jenis usaha ini berupa deposit uang di rekening, pembayaran yang dilakukan oleh konsumen terbatas pada jumlah deposit yang kita punyai. Perlengkapan lain yang dibutuhkan adalah meja loket penerimaan, seperangkat Komputer dan Printer struk. Biaya rutin yang dibebani adalah biaya karyawan, biaya internet dan biaya administrasi berupa kertas struk. Hampir serupa dengan bisnis pulsa keuntungan persatuannya dari bisnis inipun tergolong sedikit, sekitar Rp. 1000 per transaksinya. Karena tingkat pendapatan yang kurang memuaskan maka usaha ini aku hentikan.

8. Susu Kedelai
Usaha ini aku lakukan pada tahun 2011, bermula dari kegemaran istriku mengkonsumsi susu kedelai karena waktu itu ia lagi hamil anak ketiga kami. Perlengkapan usaha yang dibutuhkan adalah mesin susu kedelai seharga 3,4jt, panci masak dan kompor. Sebagai alat pengemasnya digunakan mesin press cup seharga 1,5jt dan penyegel plastic kemasan. Dari 1 kg kacang kedelai menghasilkan 60-90 cup 150ml dengan harga jual Rp.2000/cup. Media simpan untuk penjualan digunakan kotak Styrofoam yang diisi dengan es batu dan dititip di sekoah-sekolah dan warung. Kendala diusaha ini adalah daya tahan susu kedelai yang hanya bertahan sekitar 8jam bila tidak dimasukkan di kulkas atau pendingin. Usaha ini terhenti karena penjualan yang tidak sesuai harapan.

9. Ternak Itik dan Pembuatan Telor Asin
Peternakan itik merupakan usaha yang cukup menjanjikan, karena telur itik dapat dijual dengan mudah, seperti kepada tukang jamu, rumah makan, dan perajin telur asin.
Dalam usaha ini dapat beternak itik sebagai itik pedaging atau beternak itik sebagai itik petelor. Tergantung pilihan masing-masing. Apabila beternak itik pedaging, dagingnya dapat dipasarkan ke penjual pecel lele atau rumah makan yang menyediakan menu bebek goreng. Apabila beternak sebagai itik petelor, maka telornya dapat diolah sendiri untuk dijadikan telor asin. Pengalaman yang aku lakukan, beternak itik sebagai itik petelor, telor hasil produksi selanjutnya aku asinkan dan dijual dengan system titip di warung. Proses pengasinan yang aku lakukan melalui pembungkusan telur itik dengan adonan batu bata yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan garam selama seminggu.
Kendala yang dihadapi dalam usaha ini adalah kurang tersedianya pakan untuk itik, yaitu berupa dedak padi. Apabila menggunakan pakan jadi, biaya pakannya menjadi sangat tinggi. Pada saat usaha ini aku lakukan aku juga membuka usaha susu kedelai, maka ampas susu kedelai aku jadikan pakan tambahan untuk ternak itik.
Kendala yang dihadapi dalam memasarkan telor asin adalah daya tahan telor asin hasil produksi ku tidak bertahan dalam waktu yang cukup lama, hanya sekitar 2 hari saja sudah membusuk, sehingga telor asin terbuang percuma dan target penjualan tidak tercapai. Akhirnya usaha ini tidak aku lanjutkan.

10. Es Batu Kristal
Usaha es batu kristal ini menjadi usaha sampingan di samping depot air minum milikku karena bahan baku air bersihnya sudah tersedia dari depot air minum. Usaha ini aku mulai pada tahun 2010, aku membeli mesin es Kristal merk GEA-CR 350 dengan harga Rp. 35jt /unit. Waktu awal berjalannya usaha permintaan dan penjualan cukup tinggi sehingga aku menambah 1 unit lagi dengan jenis yang sama, dan terakhir dengan kapasitas yang lebih besar yaitu 500kg/hari seharga 50jt, total investasi pada usaha ini hampir 120jt untuk pengadaan mesin. Media penjualan yang nya aku gunakan adalah kotak Styrofoam ukuran kotak buah dengan kapasitas isi 5kg dijual seharga Rp.7000/kotak dan ukuran yang lebih besar ukuran 20kg/kotak seharga Rp.20.000,-. Pasar sasarannya adalah rumah makan, café, penjual jus, dan kantin-kantin. Area pemasarannya ke kota rengat, pematang reba, air molek, dan belilas dengan Armada yang aku pergunakan 1 unit mobil pickup.
Pada 2 tahun pertama berjalannya usaha ini yaitu pada tahun 2011 -2012 usahaku ini cukup berkembang, diperkirakan omset perbulannya bisa mencapai 15jt/bulan. Namun pada tahun-tahun berikutnya sampai dengan saat ini mengalami kemorosotan, hal tersebut terjadi karena pelayanan yang kurang maksimal oleh karyawan, dan kendala teknis pada mesin produksi yang sering mengalami kerusakan disamping biaya yang cukup tinggi pada biaya listrik, biaya listrik untuk 3 jenis mesin es ini dapat mencapai 3jt perbulan. Pesaing pada pangsa pasar es batu ini adalah produsen yang sama dari pekanbaru yang juga mengantar ke rumah makan dengan harga yang lebih murah, dan yang terlebih lagi konsumen sudah banyak beralih ke pembuatan es batu sendiri dengan freezer yang dapat dibeli dengan murah melalui kredit. Sampai dengan saat ini usaha ini masih berjalan walau tidak beroperasi setiap hari.
11. Trading Forex
Nah, kalau usaha ku yang satu ini merupakan usahaku yang paling beresiko tinggi tetapi peluang keuntungannya juga tinggi. Sampai saat tulisan ini ku buat sudah hampir 2 tahun aku menjalaninya, yaitu sejak tahun 2013. Awal mula aku mengenal bisnis forex ini melalui internet dan membaca artikel yang membahas tentang forex. Proses pembelajaran yang aku lalui hanya secara otodidak, khususnya di situs-situs yang menyediakan edukasi tentang forex. Apabila anda belum mengenal forex, Forex adalah singkatan dari foreign exchange atau popular dengan sebutan valuta asing (valas).
Secara sederhananya bisnis ini adalah seperti kita menukarkan uang di money changer, beli diharga murah dan jual di harga tinggi, atau jual di harga tinggi dan beli di harga murah, selisih itulah yang menjadi keuntungan kita. Namun bisnis forex yang aku jalani dilakukan secara online melalui aplikasi MT$ yang sudah diinstal di PC/Laptop, dan smartphone milikku.
Pengalaman manis di bisnis ini adalah aku pernah untung 12jt hanya dalam hitungan jam, dan pahitnya juga pernah rugi lebih besar dalam hitungan menit.
Kemudahan dsalam bisnis ini yang aku rasakan adalah jumlah besaran modal yang dibutuhkan dalam bertransaksi, minimal Rp. 50.000,- saja sudah bisa ikut bertransaksi, karena broker memberikan factor daya ungkit / leverage kepada nasabahnya. Hanya saja pada bisnis ini kesabaran dan kedisplinan yang tinggi sangat dituntut serta kemampuan untuk melakukan analisa pergerakan harga baik secara fundamental dan teknikal harus dikuasai secara baik. Yang cukup beratnya adalah mengendalikan psikologi diri sendiri, karena keserakahan selalu muncul saat mengalami keuntungan yang akhirnya dapat berujung pada kerugian. Salah salah bisa juga terjerumus dalam bertransaksi secara gambling/judi, tentunya apabila tidak menggunakan manajemen resiko secara baik.
Kalau dihitung-hitung tidak sedikit uangku yang telah aku habiskan dalam bisnis ini, namun keuntungan yang dinikmati juga ada walaupun belum sebanding. Sampai dengan saat ini aku masih belajar dalam mengasah keterampilan analisa dan mengendalikan psikologi diri. Aku masih memiliki harapan pada bisnis ini, karena menurut keyakinanku bahwa bisnis ini dapat memberikan kebebasan finansial saat sudah benar-benar mahir (berharap banget yach..). ada juga yang berpendapat bisnis yang kulakukan ini termasuk dalam judi, namun setelah aku cari referensi aku simpulkan bahwa bisnis ini tidak judi dan halal sama halnya dengan jual beli mata uang dalam bentuk fisik, hanya saja sistemnya secara online.

12. Es Krim
Usaha ini baru saja aku mulai di tahun 2015 ini, ide bisnis ini muncul dari internet. Perlengkapan yang dibutuhkan pada bisnis ini tidak terlalu rumit untuk dipersiapkan diantaranya mixer tangan, mangkok, freezer dan kotak Styrofoam yang diberi ice pack sebagai media pendinginnya. Proses produksinya pun tidak terlalu rumit karena bahan baku yang diperoleh cukup mudah didapat. Aku menggunakan tepung es krim pondan yang cukup banyak dijual secara luas di toko-toko kue maupun mini market dan dicampur dengan air dingin selanjutnya dimixer dan diekukan di dalam freezer.
Pasar sasaran usaha ini adalah anak sekolah SD, SMP, dan SMA, serta di beberapa warung/toko. Saat ini aku berencana untuk melakukan diversifikasi produk es krim berbentuk es loli atau es bertangkai.
Tenaga Karyawan dalam jenis usaha ini ditangani oleh satu orang yang bertugas untuk mengantar ke pelanggan karena proses produksinya aku kerjakan sendiri bersama dengan istri dan anak-anakku. Nah.. kalau kawan-kawan ada hajatan pesta atau lainnya yang membutuhkan hidangan tambahan es krim dapat memesan padaku yach…hehehe.

Itulah sekelumit beberapa usaha yang pernah aku jalani dan sedang dijalani sampai dengan saat ini. Aku ambil kesimpulan dari beberapa jenis usaha yang aku lakukan tersebut kunci dasar keberhasilannya adalah kerja keras dan fokus, bisa saja dari beberapa usaha yang sudah aku ceritakan tadi apabila orang lain yang menjalankan bisa berhasil dijalankan karena aku secara pribadi memiliki keterbatasan dan kekurangan dalam pengelolaannya.
Dan sebagai tambahannya lagi aku ingin berpesan jangan pernah malu untuk melakukan sesuatu yang benar, toh semua yang dilakukan itu halal kok, bukan mencuri dan berjudi,… karena HIDUP INI ADALAH PERJUANGAN.
Sekian dan Terima Kasih.

Pematang Reba, 29 Maret 2015
TTD
INHUL HADI, SE, M.Si

2 respons untuk ‘“Berwirausaha, sebuah perjalanan hidupku”

  1. Semangat bang… ulfa juga bbrp kali menjalankan usaha kecil2an,ada yg membawa keuntungan, ada yg merugi..hehe..tapi kita tetaplah pemenang, ketimbang yg tdk prnh mencoba..ya kan? Tuhan tau upaya kita..suatu saat Tuhan lah yg mengantarkan peluang paling tepat untuk kita.. keep spirit!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s