Enterpreneurship

Forex, antara “Halal” dan “Haram”

Beragam pendapat dan pandangan terhadap bisnis ini. ada yang bilang halal dan ada yang bilang haram.

Dianggap halal, dengan alasan bisnis ini adalah bisnis pengelolaan resiko, “tidak ada satupun bisnis di dunia ini yang tidak memiliki resiko”, forex itu sama dengan bisnis lainnya. apabila mampu mengatur resiko maka akan sukses. Dalam bisnis ini digunakan analisa, yaitu analisa fundamental dan teknikal.

Yang berpandangan haram, menganggap bahwa bisnis ini adalah bisnis untung-untungan atau tebak-tebakan,  ya sama saja dengan Judi, dan tidak akan puas apabila untung dan akan penasaran apabila rugi.

Terlepas dari halal atau haramnya, dalam praktek keseharian, setiap orang pasti akan berhubungan dengan “forex”, contohnya, sebut saja saat akan berpergian ke luar negeri, seseorang pasti membutuhkan mata uang asing, yang dipergunakannya untuk memenuhi kebutuhannya selama berada di luar negeri.

Forex yang merupakan singkatan dari “foreign exchange” berarti nilai tukar mata uang asing, adalah sebuah alat tukar yang dibutuhkan dalam perputaran ekonomi dunia.

Setiap negara memiliki mata uang tersendiri yang digunakan sebagai alat tukar menukar dalam negerinya. Apabila  bertransaksi  dengan negara lain maka dibutuhkan mata uang asing. Antara masing-masing mata uang, timbul perbedaan nilai mata uang terhadap mata uang negara lainnya. Perbedaan nilai inilah yang menggambarkan kuat atau lemahnya nilai suatu mata uang.

Setiap hari secara terus menerus terjadi proses perubahan nilai mata uang, perubahan ini tergantung dari kondisi perekonomian dan permintaan pasar terhadap suatu mata uang. Dalam perkembangannya di dunia ini terbentuk suatu bursa mata uang yang beroperasi selama 24 jam nonstop selama 5 hari kerja. bursa pasar uang di dunia ini secara terus menerus beroperasi dimulai dari sessi asia, australia, eropa, dan amerika.

Terhadap perubahan nilai mata uang yang terjadi secara terus menerus tersebut, terdapat kelompok tertentu yang memanfaatkannya, yaitu lembaga perbankan, perusahaan, dan trader forex individual.

Trader forex induvidual menjadikan nilai tersebut menjadi sebuah komoditas “non riil” dianalisa perkembangannya dengan berbagai alat analisa yang tersedia. trend peningkatan nilai akan dimanfaatkan oleh trader untuk mengambil posisi “buy” dan trend penurunan nilai dimanfaatkan untuk mengambil posisi “sell”. selisih atas terjadinya trend tersebut menjadi peluang profit yang dimanfaatkan untuk menjadi pertambahan nilai atas sejumlah uang yang dimilikinya.Sesuatu yang cukup masuk akal atas apa yang dilakukan oleh trader tersebut, karena prediksi perkembangan nilai suatu mata uang bukanlah suatu hal yang sulit untuk diperkirakan. contohnya saja keadaan politik suatu negara yang dilanda peperangan pasti akan berdampak pada penurunan mata uang negara tersebut, begitu pula sebaliknya.

Dalam proses yang banyak terjadi oleh orang yang baru terjun dan mengenal forex, forex kerap kali dijadikan ajang spekulasi dan pertaruhan sejumlah uang tanpa perhitungan resiko yang dihadapi. keadaan semacam inilah yang menyebabkan kebangkrutan yang bermuara pada sebuah kesimpulan atas forex tersebut, yaitu forex adalah judi, padahal yang menyebabkannya bukanlah forex itu sendiri tetapi lebih diakibatkan oleh pelaku itu sendiri yang tidak memiliki perhitungan dan manajemen resiko yang akan terjadi.

Kemampuan dalam berbagai jenis bisnis yang ada adalah kemampuan dalam melihat dan memperhitungkan peluang yang ada, mengutamakan manajemen resiko dan langkah antisipasi terhadap munculnya resiko tersebut.

Halal dan haram suatu hal tergantung dari pelakunya dalam menyikapi atas apa yang dilakukan, apabila suatu bisnis tidak memperhitungkan langkah-langkah dan strategi yang matang, hal itu berarti berjudi dengan keadaan. Tetapi, apabila telah memiliki strategi yang memadai maka kesuksesan bisnis  merupakan suatu hal yang “halal” untuk untuk diraih.

Pematang Reba, 19 April 2016 Pukul 23.29

*Oleh : INHUL HADI, SE, M.Si. (trader forex sejak 2013)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s